MENINGKATKAN KEMAMPUAN PRESTASI BELAJAR MATEMATIS SISWA KELAS X MM-1 SMKN 1 BOGOR MELALUI MODEL PEMBELAJARAN DISCOVERY

Authors

  • SOLIHIN AL AMIN

DOI:

https://doi.org/10.47601/AJP.63

Keywords:

Kemampuan prestasi belajar matematis, model pembelajaran discovery

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan prestasi belajar matematis siswa kelas X MM-1 SMKN 1 Bogor melalui model pembelajaran discovery. Jenis penelitian ini adalah Penelitian indakan Kelas yang dilaksanakan dalam 2 siklus. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas X MM-1 SMKN 1 Bogor. Insrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah angket respon siswa, dan tes kemampuan berpikir kritis matematis siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa untuk meningkatkan kemampuan prestasi belajar  matematis siswa kelas X MM-1 SMKN 1 Bogor dilakukan melalui pembelajaran matematika dengan model discovery learning yang dilakukan dengan 5 langkah yaitu: : (1) stimulation (stimulasi/pemberian ragsangan, (2) problem statement (penyataan/identifikasi masalah), (3) data collection (pengumpulan data), (4) data processing (pengolahan data), (5) generalization (menarik kesimpulan atau generalisasi). Setelah dilakukan pembelajaran dengan model discovery learning, kemampuan prestasi belajar  matematis siswa mengalami peningkatan. Hal ini ditunjukan dengan adanya peningkatan persentase skor rata-rata tiap indikator kemampuan prestasi belajar  matematis siswa dari siklus I ke siklus II yaitu: (a) Memberikan penjelasan sederhana dengan memfokuskan pertanyaan, menganalisis argumen, dan menjawab pertanyaan yang membutuhkan penjelasan meningkat dari 83,33 % pada siklus I menjadi 88,72 pada siklus II (b) Mengobservasi dan mempertimbangkan hasil observasi, meningkat dari 87,80 % pada siklus I menjadi 89,63 % pada siklus II (c) Membuat kesimpulan dengan mempertimbangkan nilai keputusan, meningkat dari 84,15 % pada siklus I menjadi 89,94% pada siklus II. Angket respon siswa menunjukan siswa memberikan respon positif terhadap kegiatan pembelajaran dengan model discovery learning. Pada siklus I menunjukkan kesukaan terhadap penggunaan model discovery learning dalam pembelajaran matematika adalah sebesar 66% dengan kualifikasi baik, dan pada siklus II menjadi 71,3% dengan kualifikasi baik atau meningkat sebesar 5,3%. Aktifitas siswa menunjukkan kesungguhan dan kemampuan berpikir dengan menguasai soal-soal berpikir kritis matematis yang diberikan pada siklus I adalah sebesar 68% dengan kualifikasi baik, dan pada siklus II menjadi 81,6% dengan kualifikasi baik atau meningkat sebesar 13,6%.

References

Amri,S. 2013. Pengembangan dan Model

Pembelajaran dalam Kurikulum

.............2013. Jakarta: Prestasi

Pustaka

Arikunto, Suharsimi. 2002. Prosedur

Penelitian Suatu Pendekatan Praktek.

Jakarta: Rineka Cipta.

Bioners, 2013. “Implementasi kurikulum

” Bandung. tidak diterbitkan

Ennis R H. 2009. The Nature of Critical

Thinking: An Outline of Critical

Thinking Dispositions and Abilities.

University of Illinois. On line at

http://faculty.education.illinois.edu/rh

ennis/documents/TheNatureofCritical

Thinking_51711_000.pdf [diakses

tanggal 25 Februari 2015].

Erman Suherman,dkk., (2001)Strategi

Pembelajaran matematika

Kontemporer, (Bandung: UPI)

Hariyanti, (2010) . Upaya Meningkatkan

Kemampuan Penalaran Matematika

Siswa Kelas Vii C Smp Negeri 2

Depok Sleman Dalam Pembelajaran

Matematika Melalui Pendekatan

Investigasi. Skripsi. tidak diterbitkan

Karnita, (2014) Meningkatkan Kemampuan

Berpikir Kritis Matematis Siswa

Melalui Metode Inkuiri. Skripsi. tidak

terbitkan

Kasmadi dan Sunariah (2013). Panduan

Modern Penelitian Kuantitatif.

..............Bandung: Alfabeta.

Kemmis, S & Mc Taggart, R, (1983). The

Action Research Planner, 3rd ed.

Victoria, Australia: Deakin

University.

Ratnawati, Mila, (1996). Hubungan antara

Persepsi Anak terhadap Suasana

Keluarga, Citra Diri, dan Motif

Berprestasi dengan Prestasi Belajar

pada Siswa Kelas V SD Ta’Miriyah

Surabaya. Jurnal Anima Vol XI No.

Ratumanan, 2004. Belajar dan

Pembelajaran edisi kedua.Unesa

University Press.

Rusman, (2012) Model-model

Pembelajaran (Bandung;Rajagrafindo

...............Persada, )

Sagala,S. (2013) Konsep dan Makna

Pembelajaran. Bandung: Alfabeta.

.......... ……….Cetakan ke-11

Sia, Tjundjing. (2001). Hubungan antara

IQ, EQ, dan QA dengan Prestasi Studi

pada Siswa SMU. Jurnal Anima Vol

no. 1

Saifudin, Anwar, (2005). Metode

Penelitian. Yogyakarta:Pustaka

Pelajar Offset.

Sugiyono, (2012). Metode Penelitian

Pendidikan. Bandung: Alfabeta

Suherman, Erman, dkk, Strategi

Pembelajaran Matematika

Kontemporer, Bandung; JICA,

Universitas Pendidikan Indonesia,

Syah, 2004. Psikologi Pendidikan Suatu

Pendekatan Baru. Bandung : PT

Remaja Rosdakarya

Wahyudin, (2014). Implementasi

pendekatan scientific inquiry terhadap

kemampuan berpikir matematis siswa

MAN. Skripsi. tidak diterbitkan

Wiliawati, (2009). Pengaruh Penggunaan

Metode Discovery terhadap

Kemampuan Analogi Matematis

Siswa SMK Al- Ikhlas Pamaciran

Kabupaten Ciamis Jawa Barat. Jurnal

Ilmiah Program Studi Matematika

STKIP Bandung.

Winddiharto, (2004). Penerapan Metode

Dicsovery Learning pada

Pembelajaran Matematika dalam

Usaha Peningkatan Motivasi

Pembelajaran Matematika Siswa

Kelas VIII . Skripsi. Tidak diterbitkan

Winkel, WS, (1997). Psikologi Pendidikan

dan Evaluasi Belajar.

Jakarta:Gramedia

Published

2021-04-30

How to Cite

AL AMIN, S. (2021). MENINGKATKAN KEMAMPUAN PRESTASI BELAJAR MATEMATIS SISWA KELAS X MM-1 SMKN 1 BOGOR MELALUI MODEL PEMBELAJARAN DISCOVERY. Jurnal Pedagogiana, 8(89). https://doi.org/10.47601/AJP.63