UPAYA MENINGKATKAN PEMBELAJARAN MATEMATIKA POKOK BAHASAN BILANGAN BERPANGKAT DAN BENTUK AKAR DENGAN PENERAPAN PENGAJARAN METODE PROBLEM SOLVING PADA SISWA KELAS IX DI SMP NEGERI 7 TAMBUN SELATAN KABUPATEN BEKASI

Authors

  • NOTO SUPRAPTO

DOI:

https://doi.org/10.47601/AJP.76

Keywords:

Bilangan Berpangkat, Bentuk Akar, Problem Solving, Matematika

Abstract

Masalah yang dikemukakan dalam penelitian ini adalah kemampuan siswa terhadap mata pelajaran matematika yang dikemas dalam bentuk soal cerita sangat rendah. Masalah tersebut dirumuskan sebagai berikut : (1) Faktor – faktor apa yang menjadi penyebab rendahnya kemampuan siswa dalam menyelesaikan pengerjaan soal Bilangan Berpangkat dan Bentuk Akar? (2) Bagaimana cara agar siswa dapat meningkatkan kemampuannya dalam mengerjakan soal Bilangan Berpangkat dan Bentuk Akar? (3) Apakah Metode Pemecahan Masalah ( Problem Solving ) dapat meningkatkan kemampuan siswa dalam menyelesaikan pengerjaan soal Bilangan Berpangkat dan Bentuk Akar. Tujuan penelitian adalah untuk meningjkatkan kualitas proses dan hasil belajar matematika, khususnya pada pengerjaan soal yang dikemas dalam bentuk soal cerita, melalui identifikasi factor penyebab rendahnya tingkat pemahaman siswa terhadap soal Bilangan Berpangkat dan Bentuk Akar. Dengan demikian penulis dapat mengetahui tindakan yang paling efektif dalam pembelajaran dan penggunaan metode pembelajaran. Sebagai landasan teoritis dari masalah tersebut, dikemukakan hal – hal sebagai berikut: Konsep belajar, Desain pembelajaran, Metode Pembelajaran, Konsep Metode Pemecahan Masalah, Kelemaha dan Kelebihan Metode Problem Solving, Langkah-langkah Pembelajaran Problem Solving. Prosedur pelaksanaan penelitian tindakan terbagi dalam dua siklus. Masing-masing siklus terdiri dari Perencanaan, Pelaksanaan Tindakan, Observasi atau Pengamatan, dan Evaluasi. Pengumpulan data menggunakan teknik observasi yang dilakukan penulis ketika proses pelaksanaan tindakan berjalan. Data yang diperoleh merupakan data kualitatif kemajuan proses belajar siswa dan pelaksanaan dari persiapan yang telah dibuat oleh guru. Sedangkan data kuantitatif diperoleh dari tes akhir setiap siklus berupa evaaluasi secara tertulis. HasiL akhir Penelitian Tindakan Kelas menunjukan kemajuan yang positif dan cukup signipikan antar siklus I dan siklus II. Perbedaan ditunjukan oleh data kualitatif hasil observasi proses belajar seperti aktivitas, kreativitas siswa dan guru, data kuantitatif dari penilaian akhir.

References

Through Discocery. New York : Macmilan Publishing Company.

Denny Setiawan, dkk. 2004. Komputer dan Media Pembelakaran. Jakarta : Universitas Terbuka dan Depdiknas.

Nasution. 2000. Dikdaktik asas-asas Mengajar. Jakarta: Rineka Cipta.

Sri Anitah. 1981. Metode Pengajaran. Solo: UNS.

Suryosubroto, B. 1997. Proses Belajar Mengajar di Sekolah. Jakarta : Rineka Cipta.

Sutrisno Hadi. 1987. Metodologi Reseach. Yogyakarta : Yasbit Fakultas Psikologi UGM.

TIM Dosen TP UNY. MOdul Teknologi Pengajaran. Yogyakarta : UNY.

Wardani, dkk. 2003. Penelitian Tindakan Kelas. Jakarta: Universitas Terbuka.

Stenmark, J.K. 1991. Mathematics assessment: Myths, Models, Good Questions, and Practikal Suggestions, Reston, VA: NCTM.

Sumarno, Utari. 1994. Suatu Alternatif Pengajaran untuk Meningkatkan Kemampua Problem Solving Matematika pada Guru dan Siswa SMP, IKIP Bandung.

Williams, D. 1995. Mathematics Task Centers, Professional Development and Problem Solving. In J. Wakefield and L. Velardi ( E ) Celebrating mathematics Learning, Melbourne

Published

2021-09-19

How to Cite

SUPRAPTO, N. (2021). UPAYA MENINGKATKAN PEMBELAJARAN MATEMATIKA POKOK BAHASAN BILANGAN BERPANGKAT DAN BENTUK AKAR DENGAN PENERAPAN PENGAJARAN METODE PROBLEM SOLVING PADA SISWA KELAS IX DI SMP NEGERI 7 TAMBUN SELATAN KABUPATEN BEKASI. Pedagogiana : Jurnal Pendidikan Dasar, 9(8). https://doi.org/10.47601/AJP.76